Kades Diminta Tak Khawatir Gunakan Dana Desa

Admin Desa 04 November 2015 18:42:14 WIB

Jum'at, 16 Oktober 2015 - 18:57 wib

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengingatkan bahwa dana desa harus segera digunakan karena sudah memasuki akhir tahun.

Hal tersebut diutarakan Marwan saat menghadiri diskusi antikorupsi dengan bertemaMengawal Dana Hingga ke Desa yang diadakan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) di Surabaya, Jawa Timur.

"Dana desa sudah disetor oleh Kementerian Keuangan dari kas negara ke kabuapten/kota atau ke kas daerah. Selanjutnya dana desa ini dari kabupaten harus segera dicairkan ke desa. Kalau perlu, gubernur bisa jewer bupati agar dicairkan," ujar Marwan dalam keterangannya, Jumat (16/10/2015).

Dia menambahkan, para kades sebenarnya tidak lagi perlu bingung karena berbagai hambatan regulasi sudah terjawab dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.

Petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) soal proses pencairan, bagaimana penggunaanya, bahkan bagaimana pelaporannya, kata Marwan, sudah diatur dan dijelaskan dalam SKB tiga menteri.

"Sekarang desa-desa juga harus segera gunakan dana desa tahap dua dan tahap tiga. Kalau dana desa segera digunakan, akan menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sampai dua persen. Kemudian dana desa ini akan kita naikkan terus, kalau sekarang 200-300 juta per desa, maka tahun depan akan dapat 700 juta perdesa. Ditambah lagi dari ADD maka totalnya sudah Rp1 miliar lebih per desa," bebernya.

Dia menegaskan, dana desa tetap harus betul-betul dipertanggungjawabkan, karena diperiksa BPK. Pihaknya juga terus menyiapkan agar pendamping desa bisa segera bekerja dan membantu paarat desa.

"Pendamping desa sudah ada yang bekerja yang eks PNPM 12 ribu sudah bekerja. Khusus pendamping baru, sebulan lalu SBK dari Kemenkeu baru turun bulan lalu," ujarnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjamin bulan Oktober program tersebut sudah berjalan.

"Kemudian kita buat juga juklaknya, bahkan kita buat template. Cukup dua lembar sudah bisa buat rencana penggunaan dan laporannya juga cuma dua lembar," pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi mengungkapkan, sejauh ini ada halangan yang sangat lebar antar desa. Misalnya desa di NTT, jangankan akuntansi yang sederhana, apa itu neraca saja tidak tau artinya.

"Makanya KPK concern pada hal ini, karena orang kalau ketemu dana kecil matanya masih hitam putih, tapi kalau ketemu dana besar matanya mulai hijau. Dan kita sudah tau bahwa dana desa akan dinaikkan jumlahnya," jelasnya.

Meski begitu, Johan meminta jangan pula desa-desa takut menggunakan dana desa. Apalagi pengawasannya sekarang sudah melibatkan banyak pihak, ada yang melibatkan karang taruna, melibatkan LSM dan kelompok pemuda untuk ikut mengawasi.

"Kehati-hatian perlu, tapi jangan dengan alasan itu kemudian dana ini tidak dipakai. Itu juga tidak boleh," tegasnya. (Sumber : http://news.okezone.com/

Komentar atas Kades Diminta Tak Khawatir Gunakan Dana Desa

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri & Info


Silahkan datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergitas Program

Komentar Terkini

Lokasi Kantor DesaDESA DONOKERTO

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung